Skip to main content

Pengalaman Jualan Martabak Mini Modal Kecil

Usaha Martabak Mini

TAYANGLAGI.WEB.ID – Halo pengunjung setia blog Tayanglagi...pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman jualan martabak mini dengan modal kecil. Sengaja saya bagikan pengalaman ini siapa tahu bisa menjadi inspirasi khususnya bagi mereka yang ingin usaha sendiri tapi masih bingung mau usaha apa dan sering terkendala modal.

Apalagi dizaman sekarang ini mencari pekerjaan itu susah kalau ada juga kebanyakan sistemnya kontrak. Seringkali para buruh yang sudah punya tanggungan keluarga meski sudah bekerja tapi saat kontraknya habis tidak diperpanjang lagi dan itu bukan hal aneh. Makanya kalau hanya mengandalkan lowongan pekerjaan menurut saya cukup riskan, lebih baik sedari sekarang usaha sendiri meski hanya jualan martabak mini.

Awal Mula Jualan Martabak mini

Awalnya saya tidak terpikirkan untuk jualan martabak mini namun begitu melihat anak sekolah SD yang lokasinya berdekatan dengan rumah saya, sedang istrahat dan jajan makanan, saya jadi terpikirkan untuk jualan diSD tersebut. Waktu itu saya masih bingung mau jualan apa?

Nah...kebetulan adik saya punya cetakan martabak mini yang tidak terpakai , terbersitlah keinginan untuk jualan martabak mini. Keinginan itu semakin besar karena saya punya pengalaman jualan martabak Bandung. Meski martabak Bandung ukurannya lebih besar namun resepnya sama.

Setelah beberapa kali uji coba membuat martabak mini akhirnya saya bisa membuat martabak mini dengan baik.

Peralatan yang Saya Gunakan

Untuk jualan martabak mini saya harus membuat gerobak dulu dan itu saya buat sendiri bermodalkan kayu bekas membangun rumah. Saya meniru penjual makanan yang ada sekolah yaitu menggunakan motor dan gerobaknya diletakkan dibelakang Jok Motor. Saya hanya perlu membeli tripek dan Seng.

Peralatan lain yang harus saya beli adalah kompor gas 1 tungku beserta selang dan regulatornya kemudian alat untuk mencetak seperti loyang, kuas mentega, tempat meses, tempat selai, capit udang dan tempat adonan.

Peralatan lain seperti cetakan martabak dan Mixer sudah saya punya jadi tidak perlu beli.

Bahan Baku Martabak Mini

Bahan untuk membuat martabak mini tidak terlalu sulit ditemukan dipasaran kebetulan diperumahan saya ada toko bahan kue yang lengkap. Bahan-bahan yang diperlukan seperti Terigu, Gula Pasir, Garam, Pengembang, Meses, Susu atau keju.

Bahan martabak seperti Terigu, gula pasir, susu kaleng, garam bisa juga ditemukan dengan mudah ditoko sembako jadi tidak harus belanja ditoko bahan kue.

Mungkin bahan pengembang Baking powder yang merk HERCULES yang agak susah tapi untungnya ditoko bahan kue diperumahan saya ada yang menjual semua bahan martabak jadi bisa saya dapatkan dengan mudah.

Baca Juga : Resep Martabak Mini Manis Ekonomis Untuk Jualan

Pertama Kali Jualan 

Jualan itu butuh mental yang kuat terbukti meski semuanya sudah siap saya tidak langsung jualan tapi akhirnya saya beranikan diri jualan. Hari pertama saya Cuma bawa adonan sekitar 250 gr Terigu atau 20 potong martabak. Alhamdulillah hari pertama jualan langsung habis dibeli anak sekolah sehingga membuat saya bersemangat.

Keesokan harinya saya tambah lagi porsinya dan habis juga. Seminggu, sebulan tak terasa saya berjualan martabak mini. Saya jadi terbiasa berjualan dan banyak pengalaman yang saya dapatkan mulai dari martabaknya kurang mengembang, cepat gosong dan lain-lain. Pengalaman itu membuat saya semakin tahu cara pengolahan martabak mini yang bagus.

Jika dihitung-hitung modal yang saya butuhkan untuk jualan tidak sampai Rp.500.000 Karena memang cetakan sudah ada, gerobak membuat sendiri. Saya hanya perlu membeli kompor dan Payung Tenda.
***

3 tahun berlalu, Hingga hari ini ketika saya menulis artikel ini saya masih bertahan jualan martabak mini namun masih jualan kaki lima yaitu disekolah dan pasar kaget. Omsetnya biasa-biasa saja karena jualan keliling itu akan banyak omsetnya jika jualan kelilingnya lebih dari 1 tempat. Misalnya saja 1 tempat bisa habis 40 potong maka jika saya 5 kali keliling bisa mendapatkan omset hingga 200-an potong martabak.

Namun jualan keliling ini bukan tanpa hambatan seperti tempatnya tidak memadai, sudah ada penjual martabak atau yang jualan sudah banyak. Jika tak pandai-pandai memilih tempat bisa-bisa malah Cuma buang-buang modal dan tenaga karena sepi pembeli.

Keinginan yang belum terwujud hingga sekarang ini adalah jualan mangkal dengan sewa tempat. Modal yang dibutuhkan untuk jualan semacam ini lumayan besar seperti untuk membeli gerobak yang bagus karena jualan mangkal kalau gerobaknya jelek kurang menarik minat pembeli. Belum lagi sewa tenpat yang lumyan mahal misalnya saja sewa tempat didepan mini market setidaknya butuh modal 600 ribu hingga 1juta apalagi jika sewa ruko lebih mahal lagi.

Keinginan saya lainya adalah jualan martabak secara online, cara ini sebenarnya tidak membutuhkan modal yang besar seperti jualan mangkal namun kalau ingin laku harus sering-sering promosi melalui media sosial dan rasanya juga harus enak untuk itu harus menggunakan bahan-bahan pilihan.

Demikianlah Sedikit Kisah Nyata tentang Pengalaman Jualan Martabak Mini Modal kecil Semoga Bisa menginsiprasi Anda untuk membuka usaha sendiri.
Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar